Kamu.Nyaman.Rumit.

“Aku nyaman sama kamu, kamu nyaman ga sama aku?”
***

Pertanyaan sederhana yang  jawabannya sungguh bertolak belakang, rumit!

Aku yang tak pernah mencarimu

Kau datang sendiri 

Mengintip dari balik pintu hatimu yang setengah terbuka, atau setengah tertutup?

Kita yang pernah terluka oleh seseorang yang sepatutnya kita banggakan, kita yang terluka oleh sebab yang sama, kita yang berdarah oleh dia yang sepatutnya memberi bahagia

Mampukah kita saling memberi kenyamanan?

Senyummu layaknya mentari yang memberi semangat, akankah memberi kenyamanan yang sama seperti pundak yang selalu kuidamkan untuk tempat bersandar? 

Mungkin kita hanya perlu saling merawat luka, menjahitnya dengan percakapan2 sederhana ketika senja tiba, mengobatinya dengan canda tawa di atas si putih beroda dua dengan hiruk pikuk kesibukan ibu kota yang menjadi latar belakang tawa2 kecil kita. Memeluk luka, karena luka itulah yang membawa kita sekarang pada langkah yang beriringan, menuju bahagia, semoga kita memiliki kesamaan tempat tujuan.

***

Tempat yang memberi kenyamanan, dimana kita ada, menjadi bagian di dalamnya.

●●●

Jakarta, 22122016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s