Hai, puan

Untukmu Perempuan
Hai Puan, yang setiap malam melalui bulir-bulir air mata kau panjatkan doa, entah sampai kapan, mungkin hingga air matamu menjadi banjir bandang lautan doa baru kau akan berhenti, atau mungkin karena terlalu besarnya harap kau justru tak akan pernah berhenti

Puan, aku tahu kau mencoba kokoh berdiri walau kaki sudah bergetar hebat menahan beban, kau tahan kaki-kakimu agar tidak patah, kesombonganmu menguatkanmu, atau kebodohanmu yang membuatmu tak paham mana batas bertahan, mana batas menyerah, yang kutahu, atas nama cintalah kau tetap berjuang kokoh berdiri, tegap, tegak, tak bergeming.

Puan, di balik senyum manismu kau sembunyikan guratan kesedihan, tak ada tangis, yang ada hanya tawa, padahal beban sebesar gunung kau bawa, hanya pada pemilikMu kau tumpahkan air mata, tidak pada dunia, mungkin pikirmu, dunia terlalu sombong untuk ditangisi.

Puan, tangan Kecil yang kau genggam kini telah beranjak dewasa, izinkan ia menggantikan kaki-kakimu yang telah tua, yang mungkin masih tetap kokoh berdiri, izinkan ia mengangkat bebanmu, sudah saatnya kau menikmati untaian doamu yang telah sampai ke langit, iya, lewat anak-anakmu Tuhan ingin kau tersenyum, bukankah bulir-bulir air matamu berisi doa “kesuksesan” anak-anakmu?

Teruntuk perempuan yang telah membesarkanku, sendirian, dengan kokoh dan gigih

Aku mencintaimu..
image

nouphicated

Advertisements

Datang.pergi

Teruntukmu Tuan
Bukankah beberapa bulan lalu kau sudah memutuskan untuk pergi?
-Ketika aku berharap kamu tetap tinggal
Bukankah beberapa bulan lalu kau sudah memutuskan untuk membunuh perasaan?
-ketika aku berharap kamu tetap berjuang
Sekuat tenaga, penuh peluh dan air mata aku mengikhlaskanmu

Teruntukmu Tuan
Mengapa kini kamu datang lagi?
-dalam dering telepon dan pesan masuk di ponselku
Tanpa beban, tanpa rasa bersalah
Jika ingin pergi, maka pergi saja
Jangan kamu datang lagi di saat aku mulai melangkah meninggalkan bayangmu
Jika ingin pergi, maka pergi saja
Jangan kamu menyapa dengan seulas senyum yang membuat langkahku goyah

Teruntukmu Tuan
Aku tertatih, merangkak, melangkah dan kemudian berlari meninggalkan bayangmu
Tetapi Tuan, datang dan pergimu adalah godaan bagi hatiku yang memang lemah, –mungkin karena terlalu kuat mencintaimu–

Berjuang untuk move on tak semudah datang dan pergimu..

Continue reading

14 Februari

14 Februari
Orang bilang, ini adalah hari kasih sayang
Orang bilang, ini adalah hari dimana bunga dan coklat bertebaran
Orang bilang, ini adalah hari yang tepat mengungkapkan perasaan
Tapi tidak bagiku
Semua hari sama
Semua tanggal sama
Aku bilang, setiap hari adalah hari dimana aku selalu menyayangimu
Aku bilang, setiap hari adalah hari aku menitipkan hati padamu
Aku bilang, setiap hari adalah hari-hari yang kuhabiskan untuk mengagumi
Aku bilang, setiap hari adalah hari-hari dimana aku mengangkat kedua tanganku berdoa hikmat pada pemilikMu, Tuan
Itu DULU
Karena sekarang, setiap hari aku habiskan untuk memantaskan diri agar kelak Tuhan berbaik hati menjadikanmu ‘VALENTINE’ku untuk seumur hidup..

nouphicated

Hujan.kenangan

Hujan
Saatnya mengenangmu lewat aroma secangkir kopi
Saatnya merindumu melalui lirik lagu

Hujan
Datang bersama ribuan adegan masa silam
Datang bersama senyuman di tiap indah kenangan
Datang bersama hujaman pisau di tiap sedu sedan pahitnya perjalanan

Hujan
Terlalu banyak membawamu datang ke dalam ingatan

*myBed, midnite 00.21Wib

nouphicated

Love.sister

image

Aku terharu sekali membaca postingan ini
I love you too my one and only sister
My guardian angel, yang selalu ada kapanpun tanpa pernah menjudge apapun yang aku lakukan
Pelipur lara, yang selalu bikin ketawa dengan tingkah polah khas abege
Penyemangat ketika aku rapuh
Adik yang seringkali memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa

Tuhan baik banget karena mengirimkan kamu
Menjadikan aku kakak, membatalkan niatNya menjadikan aku anak tunggal
Punya adik begitu mewarnai hidup

I love you so much

nouphicated

aku.Terlalu.kamu

image

Mungkin
Inilah perbedaan antara aku dan kamu
Aku terlalu peduli, bahkan dengan hal yang amat kecil
Dan kamu bahkan tak melihat hal yang amat besar
Sehingga aku terluka sendiri oleh sikapmu yang teramat biasa

Perjalanan yang kita lalui
Cerita yang kita perbincangkan sepanjang malam
Adegan-adegan berlarian dalam ingatan
Menusukku berkali-kali
Tapi nampaknya tidak berlaku untukmu Tuan

Benar, mungkin terlalu banyak kamu dalam diriku
Dalam secangkir kopi
Dalam lipatan-lipatan ingatan
Dalam tulisan-tulisan
Dalam genggaman tangan
Dalam mata yang terpejam
Dalam hening doa di gelap malam

Haruskah aku mengurangi dosis agar kecanduanku akan dirimu berkurang lantas hilang?

nouphicated